kita terlalu mengikuti
apa yang menjadi kebiasaan
tanpa banyak tanya
apakah benar atau salah
kita terlalu berharap
apa yang menjadi mimpi
akan menjadi nyata
tanpa benar berusaha
seharusnya bisa memilah
memilih dan bekerja
sesuai kemampuan kita
menjadi diri kita sendiri
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Maret 2015
biasanya ku menunggu
menanti bayangmu pergi
mungkin tak pernah ada
tak ada lagi ceritanya
kau hanyalah semu
melayang hilang dan pergi
entah kemana kau melangkah
bersembunyi ataukah berlari
cukup sudah ku melawan
menghadang terjang arah kutuju
aku lelah tuk berhenti
berharap kau datang disini
dimana lagi bermimpi
aku tak ingat lagi sunyi
sepi yang kau tinggalkan
sendiri yang kau beri
mungkin saja keliru
seharusnya disini namun tak ada
mestinya kusadari kini
langkahku kan terus menempuh
hingga nanti sampai nanti kembali
menanti bayangmu pergi
mungkin tak pernah ada
tak ada lagi ceritanya
kau hanyalah semu
melayang hilang dan pergi
entah kemana kau melangkah
bersembunyi ataukah berlari
cukup sudah ku melawan
menghadang terjang arah kutuju
aku lelah tuk berhenti
berharap kau datang disini
dimana lagi bermimpi
aku tak ingat lagi sunyi
sepi yang kau tinggalkan
sendiri yang kau beri
mungkin saja keliru
seharusnya disini namun tak ada
mestinya kusadari kini
langkahku kan terus menempuh
hingga nanti sampai nanti kembali
Selasa, 24 Februari 2015
waktu itu tak sengaja ku menatapmu
tersenyum manis didepan mataku
raut wajahmu yang menawan laksana bulan bersinar
menghentikan langkahku sejenak
apa benar kau begitu cantik?
apakah bidadari ada di bumi?
dan sejenak ku tersentak mendengar suaramu memanggil
lembut namun tegas nada bicaramu menghujam ke jantung
tapi bukan aku yang kau panggil
aku tak mengenalmu sebelumnya
mungkin aku yang terlambat menyadari
kau gadis cantik yang menawan hati
dan kini kau memberi rasa yang berbeda
apakah yang kurasa?
apa yang telah terjadi?
aku selalu membayangkanmu
kau datang dalam pikiran dan mimpiku sejak itu
tapi kau telah memanggil nama lain
tatap matamu yang indah
membekas dalam ingatanku selamanya
adakah suatu saat nanti kita bersama?
dan kau memanggil namaku dengan mesra
mungkin suatu saat nanti
kita bisa berkenalan
tersenyum manis didepan mataku
raut wajahmu yang menawan laksana bulan bersinar
menghentikan langkahku sejenak
apa benar kau begitu cantik?
apakah bidadari ada di bumi?
dan sejenak ku tersentak mendengar suaramu memanggil
lembut namun tegas nada bicaramu menghujam ke jantung
tapi bukan aku yang kau panggil
aku tak mengenalmu sebelumnya
mungkin aku yang terlambat menyadari
kau gadis cantik yang menawan hati
dan kini kau memberi rasa yang berbeda
apakah yang kurasa?
apa yang telah terjadi?
aku selalu membayangkanmu
kau datang dalam pikiran dan mimpiku sejak itu
tapi kau telah memanggil nama lain
tatap matamu yang indah
membekas dalam ingatanku selamanya
adakah suatu saat nanti kita bersama?
dan kau memanggil namaku dengan mesra
mungkin suatu saat nanti
kita bisa berkenalan
Selasa, 21 Januari 2014
bintang!
dengarlah bisikan angin menerpa bias
gemerisik sendu rindu mengalun
memanggil engkau
mengucap namamu indah
malam ini tiada sempurna tanpa kilauanmu
hanya gelap sunyi tanpa hadirmu
bintang!
dapatkah kau rasakan curahan mimpiku
bergema tercipta berwarna
merayu engkau
memohon cahayamu terang
bukan mentari pagi yg kunanti tuk gantikanmu
hanya sinarmu ku harap menemani
aku pengagummu yang tak bernama
tak sepadan engkau tinggi dilangit
tak sejajar rembulan disampingmu
terbenam jauh bagai sebutir debu
membeku didasar samudra hitam
aku bernyanyi dalam senyuman tulus
mencipta ilusi fatamorgana surga
berharap engkau sekedar tahu
aku memujimu dalam malamku
selalu kurindu dalam siangku
dengarlah bisikan angin menerpa bias
gemerisik sendu rindu mengalun
memanggil engkau
mengucap namamu indah
malam ini tiada sempurna tanpa kilauanmu
hanya gelap sunyi tanpa hadirmu
bintang!
dapatkah kau rasakan curahan mimpiku
bergema tercipta berwarna
merayu engkau
memohon cahayamu terang
bukan mentari pagi yg kunanti tuk gantikanmu
hanya sinarmu ku harap menemani
aku pengagummu yang tak bernama
tak sepadan engkau tinggi dilangit
tak sejajar rembulan disampingmu
terbenam jauh bagai sebutir debu
membeku didasar samudra hitam
aku bernyanyi dalam senyuman tulus
mencipta ilusi fatamorgana surga
berharap engkau sekedar tahu
aku memujimu dalam malamku
selalu kurindu dalam siangku
suara terakhir darimu
menghentikan detak jantungku
aku tak percaya kau meninggalkanku
sampai detik ini
aku tak bisa memahami keputusanmu
masih teringat jelas dirimu
tersimpan erat didalam lubuk hatiku
tak kan mampu kulupakan
kau yang selama ini temaniku dalam sepiku
aku merindukanmu
selalu merindukanmu tak kan bisa berhenti
karena kaulah wanita yang ku cinta
meski kini kau memilih menjauh dariku
aku menyayangimu
akan selalu sayang padamu tak kan ku jenuh
karena kaulah bidadari hatiku
meski kini kau tak lagi bersamaku
suara terakhir darimu
masih terngiang di telingaku saat kau berkata
menghentikan detak jantungku
aku tak percaya kau meninggalkanku
sampai detik ini
aku tak bisa memahami keputusanmu
masih teringat jelas dirimu
tersimpan erat didalam lubuk hatiku
tak kan mampu kulupakan
kau yang selama ini temaniku dalam sepiku
aku merindukanmu
selalu merindukanmu tak kan bisa berhenti
karena kaulah wanita yang ku cinta
meski kini kau memilih menjauh dariku
aku menyayangimu
akan selalu sayang padamu tak kan ku jenuh
karena kaulah bidadari hatiku
meski kini kau tak lagi bersamaku
suara terakhir darimu
masih terngiang di telingaku saat kau berkata
Minggu, 13 Januari 2013
Ini hanyalah mimpiku
Tak lebih dari sebuah mimpi
Dan memang akan hanya sekedar menjadi mimpi
Namun aku sangat bahagia
Karena mimpi itu membuatku hidup
Selalu membuat senyuman diwajah dan langkahku
Meskipun kusadari mimpi bukanlah nyata
tapi setidaknya aku mampu tersenyum dalam perih ini
Karena memang ku akui hidup ini berwal dari mimpi
walau tangis juga kan datang menghapusnya
Ini hanyalah diriku
Tak lebih dari seorang diriku
Dan memang kuingin hanya menjadi diriku
Namun aku takkan menyangkal
Mungkin bila nanti aku harus berubah
Ku ingin mimpiku menemani arahku
Aku yakin bila memang tak ada yang abdi
Seperti juga nafas ini tak kan bertahan berhembus
Dan Bila nanti telah hilang aku terkubur mati
Izinkan ku kisahkan mimpiku selama ini
"Kamulah Mimpi dan Cintaku"
Tak lebih dari sebuah mimpi
Dan memang akan hanya sekedar menjadi mimpi
Namun aku sangat bahagia
Karena mimpi itu membuatku hidup
Selalu membuat senyuman diwajah dan langkahku
Meskipun kusadari mimpi bukanlah nyata
tapi setidaknya aku mampu tersenyum dalam perih ini
Karena memang ku akui hidup ini berwal dari mimpi
walau tangis juga kan datang menghapusnya
Ini hanyalah diriku
Tak lebih dari seorang diriku
Dan memang kuingin hanya menjadi diriku
Namun aku takkan menyangkal
Mungkin bila nanti aku harus berubah
Ku ingin mimpiku menemani arahku
Aku yakin bila memang tak ada yang abdi
Seperti juga nafas ini tak kan bertahan berhembus
Dan Bila nanti telah hilang aku terkubur mati
Izinkan ku kisahkan mimpiku selama ini
"Kamulah Mimpi dan Cintaku"
Minggu, 23 Desember 2012
engkau hilang
diriku terdiam membisu
tak mampu ku pahami raut wajah itu
yang terus terbayang menghiasi hening pikiranku
engkau pergi
tinggalkan sepi dalam diri
tak bisa ku mengerti alasan kau hianati
cinta yang ku yakin kan setia bertahan menemani
aku bersedih
merenungi luka-luka ini
kau patahkan sayap pelangi cinta itu
menjauh hilang membawa kenangan yang sisakan pedih
aku terhenti
bersama perih yang kau beri
kau hancurkan mimpi-mimpi indah dahulu
sisahkan kebekuan hati yang meradang benci dan dendam
Langganan:
Postingan (Atom)
