BAB I
PENDAHULUAN
- Latar belakang
Memperhatikan ralita
keterpurukan kaum muslimin dewasa ini, kami mencoba mengupas ayat ilmu
pengetahuan, dengan harapan makalah ini sedikit banyak dapat menyadarkan
kelengahan kita selama ini, mengangkat harkat dan martabat di sisi Allah dan
makluk lain dan mengembalikan kita ke posisi semula sebagai “khalifah allah” di
muka bumi.
- Rumusan masalah
1. Apa teks dan terjemah Qs. Ar-Rahman ayat
33?
2. Bagaimana asbabun nuzul dan tafsir Qs.
Ar-Rahman ayat 33?
3. Apa kandungan pendidikan Qs. Ar-Rahman
ayat 33?
- Tujuan
1. Mengetahui teks dan terjemah Qs.
Ar-Rahman ayat 33.
2. Mengetahui bagaimana asbabun nuzul dan
tafsir Qs. Ar-Rahman ayat 33.
3. Untuk mengetahui kandungan pendidikan
Qs. Ar-Rahman ayat 33.
BAB II
PEMBAHASAN
- Teks dan terjemah
Quran surat Ar Rahman ayat 33
- Mufrodat
Arti
|
Lafadz
|
Arti
|
Lafadz
|
penjuru
|
أقطار
|
Golongan
|
معشر
|
Dengan kekuatan
|
بسلطان
|
Kamu sekalian mampu
|
استطعتم
|
Kamu sekalian menembus
|
تنفذوا
|
فَانْفُذُوا
|
:
|
(maka
lintasilah) Tembuslah ke penjuru langit dan bumi dan lepaskan dirimu,
dikatakan tembusnya sesuatu dari sesuatu yang lain, ketika sesuatu itu
dilepaskan seperti melepaskan anak panah.
|
لَا
تَنْفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
|
:
|
(Dan
kamu tidak mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan) mereka tidak mampu
untuk menembusnya kecuali dengan kekuatan dan mereka tidak kuasa.
|
- Asbabun nuzul
Menurut Jumhur Sahabat dan Tabiin
bahwa surat Ar-Rahman diturunkan di Makkah tetapi terdapat Jamaah (yang
mengambil periwayatan) dari Ibnu Abbas bahwa surat Ar-Rahman diturunkan di
Madinah. Sebab-sebab diturunkannya atau Asbab Nuzul Surat Ar-Rahman yaitu
ketika orang-orang kafir bertanya siapakah Ar-Rahman itu? Yang terdapat dalam
surat Al-Furqan: 60: Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujudlah kamu
sekalian kepada yang Maha Penyayang", mereka menjawab:"Siapakah yang
Maha Penyayang itu? apakah kami akan sujud kepada Tuhan yang kamu perintahkan
kami(bersujud kepada-Nya)?", dan (perintah sujud itu) menambah mereka jauh
(dari iman). (QS: Al-Furqan: 60)
- Tafsir
(Hai semua jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus)
melintasi (penjuru) atau kawasan-kawasan (langit dan bumi, maka lintasilah)
perintah di sini mengandung makna yang menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk
melakukan hal tersebut (kalian tidak dapat menembusnya melainkan dengan
kekuatan) dan kalian tidak akan mempunyai kekuatan untuk itu.
Ayat yang lalu mengancam manusia
dan jin bahwa Allah akan berkonsentrasi untuk melakukan perhitungan terhadap
amal-amal mereka. Ayat ini menegaskan bahwa mereka tidak dapat menghindari dari
pertanggungjawaban serta akibat-akibatnya. Allah menantang mereka dengan
menyatakan : Hai kelompok jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus keluar
menuju penjuru-penjuru langit dan bumi guna menghindari pertanggungjawaban atau
siksa yang menimpa kamu itu maka tembuslah keluar. Tetapi sekali-kali kamu
tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan, sedangkan kamu tidak
memiliki kekuatan. Maka nikmat Tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu
berdua ingkari?
Thahir ibn Asyur menegaskan bahwa
ayat ini bukanlah merupakan ucapan yang diucapkan kepada mereka dalam kehidupan
dunia ini. Maksudnya ayat ini akan diucapkan kelak di hari Kemudian sebagaimana
dipahami dari konteks ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. Penulis
menambahkan bahwa memang sementara ulama terdahulu menyatakan itu diucapkan
kepada mereka dalam kehidupan dunia ini, tetapi maksudnya dalam arti perintah
untuk menghindar dari maut-kalau mereka mampu.
Ayat ini dijadikan oleh sementara
orang sebagai bukti isyarat ilmiah Al-Qur’an tentang kemampuan manusia keluar
angkasa. Pendapat ini kurang di setujui oleh penulis . Karena kalaupun kini
manusia telah dapat sampai ke bulan atau planet yang lain, maka itu bukan
berrarti bahwa manusia telah sanggup keluar menembus penjuru-penjuru angkasa
langit dan bumi. Walau tanpa memperhatikan konteks ayat sebelum dan sesudah
ayat di atas kita dapat menyatakan bahwa ayat ini tidak berbicara tentang
kehidupan sebelum Kiamat, karena yang ditekankan di sini adalah ketidakmampuan
menembus penjuru-penjuru langit serta bumi, dan hingga kini belum lagi bahkan
tidak ada yang berhasil melakukannya. Hal ini membuktikan dengan jelas bahwa
upaya menembus langit dan bumi yang berjarak jutaan tahun cahaya yang mustahil
dapat diulakukan oleh jin dan manusia.
Tim penulis menyatakan bahwa
pendapat yang memahami ayat di atas berkaitan dengan kemampuan manusia
menjelajah ruang angkasa tidak sejalan dengan konteks kemampuan manusia dean
seudahnya. kesimpulannya, ayat 33 ini merupakan peringatan dan tantangan bagi
mereka yang bermaksud menghindar dari tanggung jawabnya di hari Kemudian itu.
Jika demikian, ayat ini tidak berbicara dalam konteks kehidupan duniawi-apalagi
menyangkut kemampuan manusia menembus angkasa-luar tetapi semacam sebagai
ancaman bagi yang hendak menghindar. Karena itu perintah di atas tembuslah
bukan perintah untuk dilaksanakan, tetapi perintah menunjukkan ketidakmampuan
memenuhinya.
- Kandungan
pendidikan
Allah memerintahkan kepada golongan
jin dan manusia untuk menembus (melintasi) ke penjuru langit dan bumi, arti
perintah Allah ini hanya sekedar tantangan Allah untuk menguji dan melemahkan
jin dan manusia. Jika mereka kuasan untuk keluar penjuru langit dan bumi dan
semacamnya itu hanya ketentuan dan kekuasaan dari Allah S.W.T.
Mereka pun tidak mampu menembus
(melintasi) kecuali dengan kekuatan, dan mereka tidak mempunyai kekuatan untuk
menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi dan juga mereka tidak kuasa. Dan
yang dimaksud سلطان di sini adalah Dzat yang mempunyai kekuatan dan menguasai untuk
memerintah.
Ayat
di atas pada masa empat belas abad yang silam telah memberikan isyarat secara
ilmiyah kepada bangsa Jin dan Manusia, bahwasanya mereka telah di persilakan
oleh Allah untuk mejelajah di angkasa luar asalkan saja mereka punya kemampuan
dan kekuatan; kekuatan yang dimaksud di sisni sebagaimana di tafsirkan para
ulama adalah ilmu pengetahuan atau sains dan teknologi, dan hal ini telah
terbukti di era modern sekarang ini, dengan di temukannya alat transportasi
yang mampu menembus angkasa luar, bangsa-bangsa yang telah mencapai kemajuan
dalam bidang sains dan teknologi telah berulang kali melakukan pendaratan di
Bulan, dan dapat kembali lagi ke bumi.
Kemajuan yang telah diperoleh oleh bangsa-bangsa yang maju (bangsa
barat) dalam bidang ilmu pengetahuan, sains dan teknologi di abad modern
ini, sebenarnya merupakan kelanjutan dari tradisi ilmiah yang telah
dikembangkan oleh ilmuan-ilmuan muslim pada abad pertengahan.
Isi kandungan
surah ar-Rahman/55: 33 sangat cocok untuk kalian pelajari karena ayat ini
menjelaskan pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan umat manusia. Dengan
ilmu pengetahuan, manusia dapat mengetahui benda-benda langit. Dengan ilmu
pengetahuan, manusia dapat menjelajahi angkasa raya. Dengan ilmu pengetahuan,
manusia mampu menembus sekat-sekat yang selama ini belum terkuak. Hebat, bukan?
Manusia diberi
potensi oleh Allah Swt. berupa akal. Akal ini harus terus diasah, diberdayakan
dengan cara belajar dan berkarya. Dengan belajar, manusia bisa mendapatkan ilmu
dan wawasan yang baru. Dengan ilmu, manusia dapat berkarya untuk kehidupan yang
lebih baik. Nabi Muhammad
saw. bersabda: “Dari Anas ibn Malik r.a. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
“Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap orang Islam”. (H.R. Ibn Majah)
Tentang
pentingnya menuntut ilmu, Imam Syafi‘i dalam kitab Diwan juga menegaskan:
“Barang siapa yang menghendaki dunia, maka harus dengan ilmu. Barang siapa yang
menghendaki akhirat maka harus dengan ilmu”. Nasihat Imam
Syafi‘i tersebut mengisyaratkan bahwa kemudahan dan kesuksesan hidup baik di
dunia maupun di akhirat dapat dicapai oleh manusia melalui ilmu pengetahuan.
Ilmu pengetahuan tidak akan mudah diperoleh, kecuali dengan beberapa cara dan
strategi yang harus dilalui. Dalam hal ini Imam Syafi‘i dalam kitab Diwan
menegaskan:
“Saudaraku,
engkau tidak akan mendapatkan ilmu kecuali setelah memenuhi enam syarat, yaitu:
kecerdasan, kemauan yang kuat, kesungguhan, perbekalan yang cukup, dan
kedekatan dengan guru dalam waktu yang lama.”
Ungkapan Imam
Syafi‘i di atas penting diketahui oleh orang-orang yang sedang asyik menuntut
ilmu. Cara ini perlu dilakukan agar berhasil. Perlu adanya semangat juang,
harus dekat, akrab, dan hormat kepada guru agar ilmunya berkah. Mencari ilmu
juga perlu waktu yang lama.
BAB III
PENUTUP
- Kesimpulan
Allah
memerintahkan kepada golongan jin dan manusia untuk menembus (melintasi) langit
dan bumi tetapi mereka tidak mampu kecuali dengan kekuatan. Dalam ayat
diatas Allah menantang golongan manusia dan jin, jika memang mampu menembus
langit. Yang mana manusia dan jin tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan
kekuatan (ilmu pengetahuan).
DAFTAR PUSTAKA
Kementrian Agama
RI. 2011. Al-Quran dan Tafsirnya.
Jakarta:Ikrar Mandiriabadi
