skip to main | skip to sidebar

GRABALONG

dalam bahasa samawa, yaitu Gra = cakap, tampan/cantik & Balong = bagus/baik, indah. jadi Grabalong artinya keindahan yang sempurna atau sejati.

  • Entries (RSS)
  • Comments (RSS)
  • Home
  • About Us
  • Archives
  • Contact Us

Kamis, 10 Januari 2013

Sejarah Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Mamluk

Diposting oleh Unknown di 09.03 Label: Artikel Makalah

Oleh: Wawan Firmana

BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Dalam sejarah peradaban Islam setelah masa pemerintahan khulafour-rasidin Islam terbagi menjadi dinasti-dinasti yang terus berkembang pesat dan membawa pengaruh kepada peradaban dunia. Salah satunya  yang dikenal dengan nama Dinasti Mamluk. Dinasti Mamluk sendiri merupakan dinasti pada masa keemasan Islam yang mampu mempengaruhi peradaban dunia.Berangkat dari hal tersebut kami mencoba menguraikan hal-hal yang berkaitan dengan Dinasti Mamluk sehingga menjadi pengetahuan bagi kita semua guna mengambil pelajaran sejarah pada masa itu.

Di dalam sejarah peradaban Islam, tentang Dinasti Mamluk ini sangatlah penting kerana sejarahnya bermula di abad pertengahan. Kepentingan pembahasan mengenai abad pertengahan ini (abad ke 7 hingga ke 11H / abad ke 13 hingga ke 17 M ) adalah kerana era ini merupakan masa perbentukan salah satu sistem politik dalam Islam. Terjadi juga di era ini penerapan pemikiran –pemikiran di bidang sosial dan politik yang lahir sejak zaman dinasti-dinasti besar iaitu Bani Umayyah dan Bani Abbas, dan kesultanan-kesultanan lainnya di dunia Islam bahagian barat dan timur.

B.     Tujuan
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Peradaban Islam. Selain itu makalah ini juga bertujuan sebagai sarana untuk menambah pengetahuan mahasiswa khususnya dalam memahami Sejarah Peradaban Islam.

BAB II PEMBAHASAN
A.    Asal Usul Dinasti Mamluk
Kata “mamluk” adalah bentuk tunggal dari kata “mamalik” yang berarti budak.Dinasti Mamluk sendiri memang didirikan oleh para budak.Pada awalnya mereka adalah orang-orang yang direkrut oleh penguasa dinasti Ayyubiyah sebagai budak, kemudian dididik dan dijadikan tentaranya.Mereka ditempatkan pada kelompok tersendiri yang terpisah dari masyarakat.Oleh penguasa Ayyubiyah yang terakhir, yaitu al-Malik as-Salih, mereka dijadikan pengawal untuk menjamin kelangsungan kekuasaannya.Pada masa penguasa ini, mereka mendapat hak-hak istimewa, baik dalam karier ketentaraan maupun dalam imbalan-imbalan material. Mereka terdiri dari dua kelompok yaitu Mamluk Bahri dan Mamluk Buruj atau Burji yang datang kemudian.Dinamakan Mamluk Bahri karena tempat tinggal mereka di Pulau ar-Raudah yang terletak di laut Arab, bahr bentangan delta sungai Nil.Sementara dinamakan Mamluk Burji karena mereka menempati benteng-benteng Arab, burj di Kairo. Kaum Bahri berasal dari Qipchaq, Rusia Selatan, yang berdarah campuran antara Mongol dan Kurdi, sedangkan Burji adalah orang-orang Circassia dari Caucasus. Dalam pada itu, peta pemerintahan dinasti Mamluk dalam perjalanannya kemudian banyak dikatakan oleh para sejarawan sebagai bentuk penguasaan yang carut marut karena terbagi menjadi dua kekuasaan besar.

Cikal bakal dinasti ini berawal dari seorang mantan budak bernama Syajar ad-Durr, yang kemudian dijadikan sebagai istri oleh al-Malik as-Salih (1249 M) sebagai penguasa dinasti Ayyubiyah. Setelah al-Malik as-Salih wafat, berbagai informasi mengatakan bahwa Syajar ad-Durr kemudian menyandang gelar “sultanah” atau berkedudukan sebagai sultan perempuan selama hampir delapan puluh hari. Pada masa itu ia juga tercatat sebagai satu-satunya penguasa wanita muslim di kawasan Afrika Utara dan Asia Barat, namanya juga diabadikan dalam kepingan mata uang dan disebutkan pada setiap sholat Jum’at. Ia memutuskan untuk menikah lagi dengan Izzuddin Aybak, Sultan Mamluk pertama (1250-1257 M) yang kemudian justru terbunuh oleh Syajar al-Durr sendiri.Hal ini merupakan awal fondasi kekuasaan dinasti Mamluk.

B.     Wilayah Kekuasaan Dinasti Mamluk

Dinasti Mamluk yang berkuasa pada masa ini disebut Bahri.Mereka kebanyakan berasal dari keluarga Turk dan Mongol. Mereka memerintah Mesir dan Suriah, dan kadangkala Jazirah Arab, hingga tahun 1382 M.Ketika Mongol menyerbu Suriah pada tahun 1260 M, pasukan Mamluk berhasil mengalahkan mereka di Ain Jalut, dan mendesak pasukan Mongol mundur kembali ke Persia. Inilah pertama kalinya pasukan Mongol dikalahkan dalam suatu pertempuran besar.Pemimpin Mamluk dalam pertempuran tersebut, Baibars, kemudian menjadi sultan Mamluk seusai pertempuran.

Baibars dan pasukan Mamluknya mengalahkan pasukan Salib terakhir pada tahun 1263 M. Ketika itu terjadi pertempuran besar di Antiokhia, dan pada akhirnya 16000 tentara Kristen terbunuh sedangkan ribuan penduduk Antiokhia dijadikan budak.

C.    Karya-karya pada Dinasti Mamluk
a.      Bidang Ekonomi

Dalam bidang ekonomi, dinasti Mamluk membuka hubungan dagang dengan Perancis dan Itali melalui perluasan jalur perdagangan yang sudah dirintis oleh dinasti Fatimiyyah di Mesir  sebelumnya.
Disamping itu, hasil pertanian juga meningkat. Keberhasilan dalam bidang ekonomi ini didukung oleh pembangunan jaringan pengangkutan dan komunikasi antara kota, baik laut mahupun darat. Keteguhan angkatan laut Mamalik sangat membantu pengembangan ekonominya.

b.      Pembangunan

Dinasti Mamalik juga banyak mengalami kemajuan di bidang pembangunan.Banyak juru bina dibawa ke Mesir untuk membangunkan sekolah-sekolah dan masjid-masjid yang indah.Bangunan-bangunan lain yang didirikan pada masa ini di antaranya adalah, hospital, musium, perpustakaan, villa-villa, kubah, dan menara masjid.

c.       Ilmu Pengetahuan

Di dalam ilmu pengetahuan, Mesir menjadi tempat pelarian ilmuan-ilmuan asal Baghdad dari serangan tentera Mongol. Karena itu, ilmu-ilmu banyak berkembang di Mesir, seperti sejarah, perubatan, astronomi, matematik, dan il-mu agama. Dalam ilmu sejarah tercatat nama-nama besar, seperti Ibn Khalikan, Ibn Taghribardi, dan Ibn Khaldun. Di bidang astronomi dikenal nama Nasir Al-Din Al-tusi. Di bidang perubatan pula, Abu Hasan `Ali Al-Nafis. Sedangkan, dalam bidang ilmu keagamaan, tersohor nama Ibn Taimiyah, Al-Sayuthi, dan Ibn Hajar Al-`Asqalani.

d.      Militer

Pemerintahan dinasti ini dilantik dari pengaruhnya dalam  ketenteraan. Para Mamluk yang dididik haruslah dengan tujuan untuk menjadi pasukan pendukung kebijaksanaan pemimpin. Ketua Negara atau sultan akan diangkat di antara pemimpin tentera yang terbaik, yang paling berprestasi, dan mempunyai kemampuan untuk menghimpun kekuatan. Walaupun mereka adalah pendatang di wilayah Mesir, mereka berhasil menciptakan ikatan yang kuat berdasarkan daerah asal mereka. 

Dinasti Mamalik juga menghasilkan buku mengenai ilmu ketenteraan.Minat para penulis semakin terpacu dengan keinginan mereka untuk mempersembahkan sebuah karya kepada kepada para sultan yang menjadi penguasa saat itu.Perbahasan yang sering dibahas adalah mengenai selok-belok yang berkaitan dengan serangan bangsa Mongol.Pada lingkungan ketenteraan Dinasti ini, menghasilkan banyak karya tentang ketenteraan, khususnya keahlian menunggang kuda.

e.       Budaya Politik

Daulah Mamalik atau Dinasti Mamluk membawa warna baru dalam sejarah politik Islam.Pemerintahan dinasti ini bersifat oligarki militer, kecuali dalam waktu yang singkat ketika Qalawun(1280-1290 M) menerapkan pergantian sultan secara turun temurun. Anak Qalawun berkuasa hanya empat tahun, karena kekuasaannya direbut oleh Kitbugha (1295- 1297 M). Sistem pemerintahan oligarki ini banyak mendatangkan kemajuan di Mesir. Kedudukan amir menjadi sangat penting.Para amir berkompetisi dalam prestasi, karena mereka merupakan kandidat sultan. Kemajuan-kemajuan itu dicapai dalam bebagai bidang, seperti konsolidasi pemerintahan, perekonomian, dan ilmu pengetahuan.

D.    Sistem Pemerintahan

Bentuk pemerintahan oligarki militer adalah suatu bentuk pemerintahan yang menerapkan kepemimpinan berdasarkan kekuatan dan pengaruh, bukan melalui garis keturunan. Sistim pemerintahan oligarki militer ini merupakan kreatifitas tokoh-tokoh militer Mamluk yang belum pernah berlaku sebelumnya dalam perkembangan politik di pemerintahan Islam. Jika dibandingkan dengan sistim pemerintahan yang dijalankan sebelumnya, yaitu Sistim Monarki dan Sistim Aristokrasi atau pemerintahan para bangsawan, maka sistim pemerintahan Oligarki Militer dapat dikatakan lebih demokratis.

Sistim Oligarki Militer lebih mementingkan kecakapan, kecerdasan, dan keahlian dalam peperangan. Sultan yang lemah bisa saja disingkirkan atau diturunkan dari kursi jabatannya oleh seorang Mamluk yang lebih kuat dan memiliki pengaruh besar di tengah-tengah masyarakat. Kelebihan lain dari sistim oligarki militer ini adalah tidak adanya istilah senioritas yang berhak atas juniornya untuk menduduki jabatan sultan, melainkan lebih berdasarkan keahlian dan kepiawaian seorang Mamluk tersebut.

E.     Tokoh-tokoh yang berpengaruh

Di awal tahun 1260 M Mesir terancam serangan bangsa Mongol yang sudah berhasil menduduki hampir seluruh dunia Islam. Kedua tentara bertemu di Ayn Jalut, dan pada tanggal 13 September 1260 M, tentara Mamalik di bawah pimpinan Qutuz, Baybars dan Syaikhul Islam Ibn Taimiyyah Rahimahullah berhasil menghancurkan pasukan Mongol tersebut. Kemenangan atas tentara Mongol ini membuat kekuasaan Mamalik di Mesir menjadi tumpuan harapan umat Islam di sekitarnya.Penguasa-penguasa di Syria segera menyatakan sumpah setia kepada penguasa Mamalik.

Tidak lama setelah itu Qutuz meninggal dunia.Baybars, seorang pemimpin militer yang tangguh dan cerdas, diangkat oleh pasukannya menjadi Sultan (1260- 1277 M).Ia adalah sultan terbesar dan termasyhur di antara Sultan Mamalik. Ia pula yang dipandang sebagai pembangun hakiki dinasti Mamalik.Sejarah daulah ini hanya berlangsung sampai tahun 1517 M, ketika dikalahkan oleh Bani Utsmani, Daulah ini dibagi menjadi dua periode :
1.      Periode kekuasaan Mamluk Bahri, sejak berdirinya (1250 M) sampai berakhirnya pemerintahan Hajji II tahun 1389 M.
2.      Periode kekuasaan Mamluk Burji, sejak berkuasanya Burquq untuk kedua kalinya tahun 1389 M sampai kerajaan ini dikalahkan oleh Bani Utsmani tahun 1517 .

F.     Runtuhnya Dinasti Mamluk

Kemajuan-kemajuan dinasti Mamalik ini tercapai berkat keperibadian dan wibawa Sultan yang tinggi, marubah sesama ketenteraan yang kuat dan kestabilan negara yang aman dari gangguan.Akan tetapi, ketika faktor-faktor tersebut menghilang, dinasti Mamalik sedikit demi sedikit mengalami kemunduran. Semenjak masuknya  hamba-hamba dari Sirkasia yang kemudian dikenal dengan nama Mamluk Burji, yang pertama kalinya dibawa oleh Qalawun, maruah antara  tentera menurun, terutama setelah Mamluk Burji berkuasa.

Banyak penguasa Mamluk Burji yang bermoral rendah dan tidak menyukai ilmu pengetahuan.Kemewahan dan kebiasaan berfoya-foya dikalangan penguasa menyebabkan cukai dinaikkan.Akibatnya, semangat kerja rakyat menurun dan ekonomi Negara tidak stabil.Maka, suatu kekuatan politik baru yang besar muncul sebagai tentangan  bagi Mamalik, yaitu kerajaan Usmani. Kerajaan inilah yang mengakhiri riwayat Mamalik di Mesir. Dinasti Mamalik kalah melawan pasukan Usmani dalam pertempuran  di luar kota Cairo pada tahun 1517 M. Sejak itu wilayah Mesir berada di bawah kekuasaan Kerajaan Usmani sebagai salah satu wilayahnya.Mamluk pada awalnya adalah para budak di Kekhalifahan Abbasiyah. Sejak tahun 850 M, para khalifah Abbasiyah mengambil dan membawa para pemuda non-Muslim sebagai budak dan mendidik mereka menjadi tentara Muslim Sunni dalam pasukan budak.Para budak dalam pasukan Mamluk ini semakin lama jumlahnya semakin banyak.

Pada tahun 1144 M, seorang jenderal Mamluk bernama Imaduddin Zengi menaklukan Edessa, salah satu negara yang didirikan oleh orang Eropa setelah Perang Salib Pertama.Dia dibunuh oleh budaknya sendiri tidak lama setela itu, ketika dia ketahuan meminum anggur.Ketika pasukan Salib datang kembali untuk merebut lagi Edessa, putra Zengi, Nuruddin, berhasil menghalau mereka.Setelah itu Nuruddin mendirikan dinastinya sendiri dengan menaklukan Damaskus dari penguasa Muslim lokal.

Pada tahun 1100-an M, orang Mamluk lainnya bekerja kepada para sultan Ayyubiyah di Mesir dan Suriah, namun sedikit demi sedikit mereka mengambil kekuasaan dari para sultan itu.Pada tahun 1244 M, orang Mamluk menaklukan Yerusalem dari pasukan Salib.Pada tahun 1245 M raja Louis IX dari Prancis melancarkan Perang Salib Ketujuh untuk merebutnya kembali, namun dia malah ditangkap oleh Mamluk.Pada tahun 1250 M Syajar al-Durr, ibu dari sultan Ayyubiyah terakhir, membunuh putranya dan berkuasa sendiri.Dia mencetak uang dan membuat dekrit.Dia juga mengakhiri Perang Salib Ketujuh melalui negosiasi dan membiarkan Louis pergi.Syajar al-Durr dengan segera harus menikahi pemimpin Mamluk, Aybak, supaya tetap berkuasa, namun dia terus memerintah dan pada tahun 1257 dia membunuh Aybak.Setelah itu dia ditangkap dan dihukum mati.Ini membuat Mamluk dapat menguasai Mesir dan Suriah.

BAB III PENUTUP
KESIMPULAN
            Dinasti Mamluk merupakan salah satu Dinasti dalam peradaban islam pada masa keemasan islam atau kejayaan islam. Sebagaimana sekilas diketengahkan, sejarah panjang dinasti Mamluk merupakan salah satu bukti bentuk sistem bergulirnya pemerintahan dalam peradaban Islam yang kompleks dalam arti tidak terkungkung pada sistem pemerintahan berbasis keturunan, bahkan tidak juga dominasi agamawan atau aristokrat dimana kalangan budak mampu mengisi sejarah peradaban Islam dengan berbagai sumbangan serta sisi positif dan negatifnya.

DAFTAR PUSTAKA
Ira M. Lapidus, Sejarah Sosial Ummat Islam
Wikipedia.org

0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Pendidikan Karakter Untuk Generasi Berkarakter Unggul

Diposting oleh Unknown di 08.54 Label: Artikel Makalah

Oleh : Wawan Firmana
[1]

Pendidikan di Indonesia saat ini atau sistem pendidikan di Indonesia secara umum masih dititik beratkan pada kecerdasan kognitif. Hal ini dapat dilihat dari orientasi sekolah-sekolah yang ada masih disibukkan dengan ujian, mulai dari ujian mid, ujian akhir hingga ujian nasional. Ditambah latihan-latihan soal harian dan pekerjaan rumah untuk memecahkan pertanyaan di buku pelajaran yang biasanya tak relevan dengan kehidupan sehari-hari para pelajar/mahasiswa.

Dari hal tersebut jelaslah bahwa pendidikan di Indoneia cenderung lebih mengedepankan penguasaan aspek keilmuan dan  kecerdasan, namun mengabaikan pendidikan karakter. Pengetahuan tentang kaidah moral yang didapatkan dalam pendidikan moral atau etika di sekolah-sekolah saat ini semakin ditinggalkan. Sebagian orang mulai tidak memperhatikan lagi bahwa pendidikan tersebut berdampak pada perilaku seseorang. Padahal pendidikan diharapkan mampu menghadirkan generasi yang berkarakter kuat, karena manusia sesungguhnya dapat dididik , dan harus sejak dini.

Meski manusia memiliki karakter bawaan, tidak berarti karakter itu tak dapat diubah. Perubahan karakter mengandaikan suatu perjuangan yang berat, suatu latihan yang terus-menerus untuk menghidupi nilai-nilai yang baik dan tidak terlepas dari faktor lingkungan sekitar. Era keterbukaan informasi akibat globalisasi mempunyai faktor-faktor negatif antara lain mulai lunturnya nilai-nilai kebangsaan   yang dianggap sempit seperti patriotisme dan nasionalisme yang dianggap tidak cocok dengan nilai-nilai globalisasi dan universalisasi.

Saatnya para pengambil kebijakan, para pendidik, orang tua dan masyarakat senantiasa memperkaya persepsi bahwa ukuran keberhasilan tak melulu dilihat dari prestasi angka-angka. Hendaknya institusi sekolah menjadi tempat yang senantiasa menciptakan pengalaman-pengalaman bagi pelajar/mahasiswa untuk membangun dan membentuk karakter unggul yang cerdas dan bermoral tinggi.

1.      Pengertian Pendidikan Karakter

Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”. Karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills)[2]. Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.

2.      Konsep Pendidikan Karakter

Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Individu juga memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik atau unggul, dan individu juga mampu bertindak sesuai potensi dan kesadarannya tersebut. Karakteristik adalah realisasi perkembangan positif sebagai individu (intelektual, emosional, sosial, etika, dan perilaku).

Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai “the deliberate use of all dimensions of school life to foster optimal character development”. Dalam pendidikan karakter di sekolah, semua komponen (pemangku pendidikan) harus dilibatkan, termasuk komponen-komponen pendidikan itu sendiri, yaitu :
a.       Isi kurikulum
b.      Proses pembelajaran dan penilaian,
c.       Penanganan atau pengelolaan mata pelajaran,
d.      Pengelolaan sekolah,
e.       Pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler,
f.       Pemberdayaan sarana prasarana,
g.      Pembiayaan, dan
h.      Etos kerja seluruh warga sekolah/lingkungan.

Di samping itu, pendidikan karakter dimaknai sebagai suatu perilaku warga sekolah yang dalam menyelenggarakan pendidikan harus berkarakter. Lebih lanjut dijelaskan bahwa pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik. Guru membantu membentuk watak peserta didik. Hal ini mencakup keteladanan bagaimana perilaku guru, cara guru berbicara atau menyampaikan materi, bagaimana guru bertoleransi, dan berbagai hal terkait lainnya.

Pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak. Tujuannya adalah membentuk pribadi anak, supaya menjadi manusia yang baik, warga masyarakat, dan warga negara yang baik[3]. Adapun kriteria manusia yang baik, warga masyarakat yang baik, dan warga negara yang baik bagi suatu masyarakat atau bangsa, secara umum adalah nilai-nilai sosial tertentu, yang banyak dipengaruhi oleh budaya masyarakat dan bangsanya. Oleh karena itu, hakikat dari pendidikan karakter dalam konteks pendidikan di Indonesia adalah pedidikan nilai, yakni pendidikan nilai-nilai luhur yang bersumber dari budaya bangsa Indonesia sendiri, dalam rangka membina kepribadian generasi muda.

Pendidikan karakter berpijak dari karakter dasar manusia, yang bersumber dari nilai moral universal (bersifat absolut) yang bersumber dari agama yang juga disebut sebagai the golden rule. Pendidikan karakter dapat memiliki tujuan yang pasti, apabila berpijak dari nilai-nilai karakter dasar tersebut. Menurut para ahli psikolog, beberapa nilai karakter dasar tersebut adalah: cinta kepada Allah dan ciptaan-Nya (alam dengan isinya), tanggung jawab, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, dan kerjasama, percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan; baik dan rendah hati, toleransi, cinta damai, dan cinta persatuan.

Pendapat lain mengatakan bahwa karakter dasar manusia terdiri dari: dapat dipercaya, rasa hormat dan perhatian, peduli, jujur, tanggung jawab; kewarganegaraan, ketulusan, berani, tekun, disiplin, visioner, adil, dan punya integritas. Penyelenggaraan pendidikan karakter di sekolah harus berpijak kepada nilai-nilai karakter dasar, yang selanjutnya dikembangkan menjadi nilai-nilai yang lebih banyak atau lebih tinggi (yang bersifat tidak absolut atau bersifat relatif) sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan lingkungan sekolah itu sendiri.

3.      Pentingnya Pendidikan Karakter

Dewasa ini banyak pihak menuntut peningkatan intensitas dan kualitas pelaksanaan pendidikan karakter pada lembaga pendidikan formal. Tuntutan tersebut didasarkan pada fenomena sosial yang berkembang, yakni meningkatnya kenakalan remaja dalam masyarakat, seperti perkelahian massal, tawuran pelajar dan berbagai kasus dekadensi moral lainnya yang pelakunya adalah pelajar/mahasiswa. Bahkan di kota-kota besar tertentu, gejala tersebut telah sampai pada taraf yang sangat meresahkan. Oleh karena itu, lembaga pendidikan formal sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik melalui peningkatan intensitas dan kualitas pendidikan karakter.

Para pakar pendidikan pada umumnya sependapat tentang pentingnya upaya peningkatan pendidikan karakter pada jalur pendidikan formal. Namun demikian, ada perbedaan-perbedaan pendapat di antara mereka tentang pendekatan dan metode pendidikannya. Berhubungan dengan pendekatan, sebagian pakar menyarankan penggunaan pendekatan-pendekatan pendidikan moral yang dikembangkan di negara-negara barat, seperti: Pendekatan perkembangan moral kognitif, Pendekatan analisis nilai, dan pendekatan klarifikasi nilai.

Sebagian yang lain menyarankan penggunaan pendekatan tradisional, yakni melalui penanaman nilai-nilai sosial tertentu dalam diri peserta didik.
Berdasarkan grand design yang dikembangkan Kemendiknas (2010), secara psikologis dan sosial kultural pembentukan karakter dalam diri individu merupakan fungsi dari seluruh potensi individu manusia (kognitif, afektif, konatif, dan psikomotorik) dalam konteks interaksi sosial kultural (dalam keluarga, sekolah, dan masyarakat) dan berlangsung sepanjang hayat[4].

Presiden dalam kunjungannya ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Terbatas tanggal 31 Agustus 2012 yang membahas Program Strategis Pemerintah di bidang Pendidikan berharap perlu ada kontribusi yang dapat disumbangkan oleh sektor pendidikan untuk memperkuat toleransi, baik nilai sikap mental dan perilaku bagi bangsa yang majemuk untuk lebih baik lagi. Sikap toleransi harus dibangun, diajarkan, dan diperkuat kepada anak didik hingga tingkat wajib belajar 9 atau 12 tahun, sehingga diharapkan dapat membuahkan sesuatu yang baik. Wajib belajar 9 tahun dapat dikatakan sebagai formative years, yaitu waktu untuk membentuk karakter, nilai, sikap, dan perilaku bagi perjalan kehidupan manusia. Jika pemerintah dapat mengajarkan sikap toleransi dengan metodologi yang tepat, maka hal ini akan melekat lama.

Tidak hanya dalam kesempatan di Sidang Kabinet, dalam beberapa acara antara lain National Summit  dan Peringatan Hari Ibu, Presiden SBY menekankan pentingnya nation character building. Kutipan pernyataan Presiden SBY adalah sebagai berikut:  “Dalam era globalisasi, demokrasi, dan modernisasi dewasa ini, watak bangsa yang unggul dan mulia adalah menjadi kewajiban kita semua untuk membangun dan mengembangkannya.  Character building penting, sama dengan national development yang harus terus menerus dilakukan. Marilah kita berjiwa terang, berpikir positif, dan bersikap optimistis. Dengan sikap seperti itu, seberat apapun persoalan yang dihadapi bangsa kita, insya Allah akan selalu ada jalan, dan kita akan bisa terus meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia”.[5]

Pendidikan karakter mempunyai fungsi strategis bagi kemajuan bangsa, 5 nilai karakter bangsa untuk menjadi manusia unggul yang disampaikan oleh Presiden SBY yaitu :
1.     Manusia Indonesia yang bermoral, berakhlak dan berperilaku baik;
2.     Mencapai masyarakat yang cerdas dan rasional;
3.     Manusia Indonesia ke depan menjadi manusia yang inovatif dan terus mengejar kemajuan;
4.     Memperkuat semangat “Harus Bisa”, yang terus mencari solusi dalam setiap kesulitan;
5.     Manusia Indonesia haruslah menjadi patriot sejati yang mencintai bangsa, Negara dan tanah airnya.[6]

4.      Kofigurasi Karakter
Konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dapat dikelompokkan dalam:
a.       Olah Hati (Spiritual and emotional development),
b.      Olah Pikir (intellectual development),
c.       Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), dan
d.      Olah Rasa dan Karsa (Affective and Creativity development).

Para pakar telah mengemukakan berbagai teori tentang pendidikan moral atau karakter. Di antara berbagai teori yang berkembang, ada enam teori yang banyak digunakan; yaitu: pendekatan pengembangan rasional, pendekatan pertimbangan, pendekatan klarifikasi nilai, pendekatan pengembangan moral kognitif, dan pendekatan perilaku sosial[7]. Berbeda dengan klasifikasi tersebut, Elias mengklasifikasikan berbagai teori yang berkembang menjadi tiga, yakni: pendekatan kognitif, pendekatan afektif, dan pendekatan perilaku. Klasifikasi didasarkan pada tiga unsur moralitas, yang biasa menjadi tumpuan kajian psikologi, yakni: perilaku, kognisi, dan afeksi.[8]

Berdasarkan uraian diatas, dapat kita simpulkan bahwa pendidikan adalah elemen penting dalam pembangunan bangsa karena melalui pendidikan, dasar pembangunan karakter manusia dimulai. Apabila Negara Indonesia ingin mencetak generasi penerus yang mandiri, bermoral, dewasa dan bertanggung jawab atau dengan kata lain generasi yang berkarakter unggul. Maka pemerintah Indonesia harus menerapkan kurikulum yang mengedepankan Pendidikan Karakter anak didik dalam system pembelajaran di semua tingkat pedidikan. Dan Konsekwensinya, Semua yang terlibat dalam dunia pendidikan Indonesia harus juga mampu memberikan suri tauladan yang bisa jadi panutan generasi muda.

Oleh karena itu saya menyarankan kepada pemerintah Indonesia agar segera menerapkan kurikulum yang baru kepada dunia pendidikan. Kurikulum yang sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin maju dan canggih yang mengedepankan kualitas moral generasi penerusnya yaitu Pendidikan Karakter agar tercipta generasi yang berkarakter unggul. Saya juga mengajak kita semua untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, menjunjung tinggi nilai moral, dan berperadaban agar Bangsa Indonesia menjadi bangsa dan Negara yang maju dan damai.

Daftar Pustaka

Depdiknas,(2004).Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia
http://Tempo.com
http://www.majalahpendidikan.com/2011/05/artikel-pendidikan-konsep-pendidikan.html
http://www.setkab.go.id/artikel-5257-.html







[1] Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam STAI Binamadani Tangerang
[2] Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008)
[3] T. Ramli (2003)
[4] Kemendiknas (2010)
[5] Susilo Bamabang Yudhoyono Presiden RI
[6] Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional  2011, Jumat 20 Mei 2011
[7]Hers, et. al. (1980)
[8] Elias (1989)


0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Fungsi Rumus pada Microsoft Excel

Diposting oleh Unknown di 06.17 Label: Komputer

Ekspresi Atau Pernyataan Logika
=
< 
> 
<=
>=
<> 
Sama dengan
Lebih kecil
Lebih besar
Lebih kecil Sama dengan
Lebih besar Sama dengan
Tidak sama dengan
A1=B1
A1<B1
A1>B1
A1<=B1
A1>=B1
A1<>B1
+
-
*
/
%
^
&
: atau ;
, (dan)
“ (maka)
Penjumlahan
Pengurangan
Perkalian
Pembagian
Persen
Pangkat
Dan
Sebagai batas range
Penggabung renge
Pernyataan
1+2
2-1
2*2
2/2
20%
2^2
“Na” & “ma”
A1: E9
Sum(A1:A7,C1:C7
(3)
(1)
(4)
(1)
(0,2)
(4)
(Nama)

Menggunakan Fungsi Matematika Dan Statistika
Sum
Max
Min
Average
Sumif
Counta
Countif
Penjumlahan
Nilai tertinggi
Nilai terendah
Rata-rata
Penjumlahan yang memiliki kreteria tertentu
Menghitung sel yang terisi data
Menghitung sel yang terisi data dengan kreteria tertentu

Operator Logika
AND (dan)
OR (atau)
=And(B5>1000,C5>15%)
=Or(B5>1000,C5>15%)

Fungsi Logika If
IF (Jika)
=IF(B6="M","Menikah",IF(B6="B","Belum"))

Fungsi If Dengan Dua Ekspresi
If(Or(
IF(AND(
=IF(OR(E6="PIMPINAN",E6="MANAGER"),7%*F6,0)
=IF(AND(E6="STAFF",D6="nikah"),5%*F6,0)

Fungsi Teks/Strings
Left (kiri)
Right (Kanan)
Mid (tengah)
=Left(B2,2)
=Right(B2,2)
=Mid(B2,2)

Fungsi Vlookup & Hlookup
Vlookup
Hlookup
F4
Untuk data ke atas
Untuk data mendatar
Untuk mengunci data


Dikutip dari: http://www.meriwardana.com/2009/12/rumus-rumus-dalam-microsoft-exel_28.html
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Jumat, 04 Januari 2013

Sepenggal cerita dimalam terakhir 2012

Diposting oleh Unknown di 06.21 Label: Picture
Sepenggal cerita dimalam terakhir 2012


Hari itu senin tepat pukul 18.00 WIB gue (baca; aku aja ya) tiba di pusat kota Jakarta. Setelah menempuh perjalanan dari Kebun Nanas kurang lebih 1 jam. Kaki yang lelah karena hanya berdiri dalam Bus Kota tapi tak menyurutkan langkah berikutnya yaitu menyusuri keramaian Kota Jakarta di malam tahun baru 2013.



Perjalanan gue dimulai dari tempat yang gue sendiri nggak tahu namanya. Tapi dari perkiraan gue namanya adalah Harmoni. Oke langsung saja dari tempat tersebut setelah turun dari Bus, gue langsung berjalan mengikuti keramaian orang-orang. Tujuan utamanya adalah panggung utama Jakarta Night Festival dalam situasi Car Free Night yaitu Bundaran HI.



Setelah beberapa lama berjalan, gue akhirnya melihat ujung Monas. Akhirnya gue sampai juga di Monas. Di Monas gue berkeliling sebentar, karena suasana juga udah agak gelap. Gue mau sholat magrib dulu di Masjid Istiqlal. Gue langsung aja berjalan di sekitar keramaian orang yang lalu lalang. ternyata Jauh juga yah dari monas ke Istiqlal. Kirain cuman 100 meter.
setiba di Monas, gue langsung mengambil wudhu kemudian sholat berjamaah bersama jamaah lainnya. Mungkin itu udah berjamaah yang keberapa yah udah jam 7 malam lewat soalnya. Setelah selesai magrib gue memutuskan untuk menunggu Waktu Isya biar gak capek bolak balik lagi.



Sholat berjamah Isya suasana masjid Istiqlal sangat padat. Hampir dipenuhi semua masyarakat pengunjung Monas dan Istiqlal sendiri untuk menyambut pergantian tahun 2012 ke 2013.
Gue keluar dari Masjid eh tiba-tiba diluar sedang hujan rupanya. gue mencoba tetap melangkahkan kaki alhamdulillah hujannya gerimis aje.
Perjalanan panjang dimulai saat itu dari masjid Istiqlal ke Bundaran HI dibawah guyuran hujan gerimis yang kadang juga sangat deras bergantian.

1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Minggu, 23 Desember 2012

Terhentikan Pedih

Diposting oleh Unknown di 06.34 Label: Puisi
engkau hilang
diriku terdiam membisu
tak mampu ku pahami raut wajah itu
yang terus terbayang menghiasi hening pikiranku

engkau pergi
tinggalkan sepi dalam diri
tak bisa ku mengerti alasan kau hianati
cinta yang ku yakin kan setia bertahan menemani

aku bersedih
merenungi luka-luka ini
kau patahkan sayap pelangi cinta itu
menjauh hilang membawa kenangan yang sisakan pedih

aku terhenti
bersama perih yang kau beri
kau hancurkan mimpi-mimpi indah dahulu
sisahkan kebekuan hati yang meradang benci dan dendam
1 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Grabalong Opening Blog!!!

Diposting oleh Unknown di 05.52
Bismillah...
Awalilah segala sesuatu dengan langkah pasti penuh senyum semangat niscaya semuanya akan lebih mudah.
Sebab langkah pasti itu adalah keyakinan hati, senyuman adalah penyemangatnya, semangat adalah kekuatan untuk mewujudkannya. Jadi mari kita taklukan dunia!
Semangat!
Berusaha!
Berdoa!
Beryukur!
Yakin pasti Bisa!!!!!!!
0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Beranda
Langganan: Komentar (Atom)

Sponsored

  • banners
  • banners
  • banners
  • banners

Labels

  • Artikel Makalah (9)
  • Filsafat Pendidikan Islam (1)
  • hadist tarbawy (1)
  • Komputer (1)
  • Makalah (13)
  • manajemen pendidikan (1)
  • Pengembangan & Inovasi Kurikulum (1)
  • Perbandingan Mazhab (1)
  • Perencanaan Pembelajaran PAI (1)
  • Picture (1)
  • PPMDI (1)
  • Psikologi Pembelajaran & Perkembangan (1)
  • Puisi (7)
  • tafsir tarbawy (2)
  • Teknologi Pendidikan (1)
  • Tips & Trik (1)
  • Ushul Fiqh (1)
  • Video (2)

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  November (1)
      • MANUSIA DAN KEBUTUHAN DOKTRIN AGAMA*
  • ►  2016 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2015 (21)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (14)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (9)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Desember (2)

Followers

Pages

  • Beranda
  • Tugas-tugasku
  • News
  • Laguku
Wawan Firmana. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

  • Kandungan QS. Ar Rahman Ayat 33 tentang Pendidikan (Teknologi)
    BAB I PENDAHULUAN Latar belakang Memperhatikan ralita keterpurukan  kaum muslimin dewasa ini, kami mencoba mengupas ayat ilmu pe...
  • MADZHAB SHAHABI, SYAR’U MAN QABLANA, & SADD AL-ZARI’AH
    BAB I PENDAHULUAN A.     Latar Belakang Berdasarkan telah ditetapkan bahwa dalil syar’i yang dijadikan dasar pengambilan hukum yang b...
  • Domain Teknologi Pendidikan
    1. Pengertian Domain atau kawasan teknologi pendidikan Secara etimologis, domain berarti kawasan, wilayah/daerah kekuasaan atau bidang k...
  • PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013
    BAB   I PENDAHULUAN A.       LATAR BELAKANG             Sejak Indonesia merdeka kurikulum telah mengalami beberapa kali perubahan sec...
  • “AYAT-AYAT TENTANG METODE PENDIDIKAN YANG TEPAT”
    BAB I PENDAHULUAN A.     LATAR BELAKANG Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan Islam dapat dilihat dari Al Qur’an yang meru...
  • MOTIVASI DALAM BELAJAR
    BAB I P ENDAHULUAN A.     Latar Belakang Dewasa ini, sudah tak dapat dielakkan lagi bahwa minat untuk belajar seseorang akan mudah ...
  • Fiqh Wudhu dan Sholat
    A.    Latar Belakang Shalat adalah amalan yang pertama akan dihisab pada hari kiamat. Apabila baik shalatnya, maka dianggaplah baik ke...
  • Sejarah Peradaban Islam Pada Masa Dinasti Mamluk
    Oleh: Wawan Firmana BAB I PENDAHULUAN A.    Latar Belakang Dalam sejarah peradaban Islam setelah masa pemerintahan khulafour-rasi...
  • STRATEGI PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING, PROBLEM BASED LEARNING & BERORIENTASI AKTIVITAS SISWA
    BAB I PENDAHULUAN A.     LATAR BELAKANG Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003 dijelaskan bahwa: “Pendidik...
  • PEMIKIRAN KH. AHMAD DAHLAN TENTANG SISTEM PENDIDIKAN ISLAM
    BAB I PENDAHULUAN   A.     Latar Belakang K.H. Ahmad Dahlan merupakan salah satu icon terbesar dan tersohor dari ribuan tokoh intelek...

leader of achievement

Unknown
Lihat profil lengkapku

Labels

  • Artikel Makalah (9)
  • Filsafat Pendidikan Islam (1)
  • hadist tarbawy (1)
  • Komputer (1)
  • Makalah (13)
  • manajemen pendidikan (1)
  • Pengembangan & Inovasi Kurikulum (1)
  • Perbandingan Mazhab (1)
  • Perencanaan Pembelajaran PAI (1)
  • Picture (1)
  • PPMDI (1)
  • Psikologi Pembelajaran & Perkembangan (1)
  • Puisi (7)
  • tafsir tarbawy (2)
  • Teknologi Pendidikan (1)
  • Tips & Trik (1)
  • Ushul Fiqh (1)
  • Video (2)

About

SEBUAH BLOG UNTUK BERKARYA DAN BERKREASI SERTA BERBAGI. PENYUSUN, PENYUNTING, PENULIS ADALAH SEORANG MAHASISWA SEMESTER VI FAKULTAS PENDIDIKAN AGAMA ISLAM STAI BINAMADANI.

Arsip Blog

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  November (1)
      • MANUSIA DAN KEBUTUHAN DOKTRIN AGAMA*
  • ►  2016 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2015 (21)
    • ►  Mei (4)
    • ►  Maret (3)
    • ►  Februari (14)
  • ►  2014 (2)
    • ►  Januari (2)
  • ►  2013 (9)
    • ►  April (1)
    • ►  Januari (8)
  • ►  2012 (2)
    • ►  Desember (2)

Yahoo.com

www.yahoo.com

Blogroll

STAI BINAMADANI

KAMPUS PEDULI UMAT

PATANG MENYERAH

TERUS BERUSAHA
 

© 2010 My Web Blog
designed by DT Website Templates | Bloggerized by Agus Ramadhani | Zoomtemplate.com